Home » Tips Mengobati Mata Minus » Inilah Bahan Alami yang Mengobati Mata Minus

Inilah Bahan Alami yang Mengobati Mata Minus

11,300 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Kitolod adalah Bahan Alami yang di Yakini Jutaan Orang Mengobati Mata Minus dan Silindris

Kitolod - Bunga BintangKitolod: Tumbuhan asli Amerika ini liar, tak dipedulikan tapi mempunyai banyak manfaat untuk mengatasi gangguan mata. Penelitian ahli herbal, kandungan kitolod adalah bahan alami yang berkhasiat mengobati mata minus. Pengalaman masyarakat tradisional, tanaman kitolod dapat mengobati mata buta sembuh normal.

Sekilas Tentang Kitolod

Nama kitolod rasanya masih sangat asing ditelinga masyarakat Indonesia dibandingkan tanaman lainya. Misalnya tumbuhan sambiroto, brotowali, kemangi, mengkudu dan lain-lain.

Nama ilmiah dari tumbuhan kitolod adalah Isotoma Longiflora atau Laurentia longiflora. Tanaman ini memiliki tangkai bunga yang cukup panjang, sehingga tidak heran jika dijuluki longiflora. Mahkota bunga kitolod berbentuk bintang dan berwarna putih bersih. Bentuk bunganya mirip dengan melati gambir (jenis melati yang digunakan sebagai bahan campuran teh). Beberapa nama asing kitolod di antaranya seperti star of bethlehem, madam fate, dan star flower. Selain bernama kitolod, tanaman ini sering disebut daun tolod, daun kendali, daun sangkobal dan daun korenjat.

Sejarahnya dikatakan bahwa tanaman kitolod berasal dari benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Amerika Selatan. Tanaman ini masuk dalam famili Campanulanceae. Famili Campanulaceae merupakan golongan tanaman obat yang berupa semak belukar atau tanaman berukuran kecil. Famili ini terdiri 60-70 genus dan 2.000 spesies. Genus yang sudah umum dan banyak dibudidayakan antara lain Campanula L, dan Lobelia L. Species dari genus tersebut antara lain Campanulia Isophylla, Campanula Medium, Clermontia Arborescens, Isotoma Axillaris, Isotoma Hypocrateriformis, Isotoma Petraea, dan Lobelia Excelsa. Tanaman famili Campanulaceae umumnya menghasilkan getah yang menyerupai air susu.

Ciri-ciri tanaman kitolod sebagai berikut:

  1. Tinggi tanaman ini sekitar 50 cm,
  2. berbentuk semak dan tumbuh semusim.
  3. Batangnya bulat, berkayu dan berwarna hijau.
  4. Daun berwarna hijau tepi daun bergerigi, merupakan daun tunggal dengan ukuran lebar 2-3 cm dan panjangnya 5-15 cm.
  5. Bunga berbentuk lonceng dengan mahkota menyerupai bintang bertajuk lima dan berwarna putih.
  6. Buahnya berbentuk lonceng berwarna hijau dengan biji berberbentuk bulat telur, ukuranya kecil dan berwarna putih.
  7. Akar tanaman kitolod termasuk jenis akar tunggang yang mudah dicabut.

Dimana kitolod tumbuh?

Dimana-Tumbuhnya-KitolodTanaman kitolod cocok tumbuh di daerah dataran tinggi, seperti daerah pegunungan. Selain itu, juga bisa tumbuh di dataran rendah tapi pertumbuhan didataran rendah kurnag sempurna atau banyak yang kering, pertumbuhan daun tidak setebal di dataran tinggi, ujung daun cenderung tumpul. Biasanya kitolod tumbuh di daerah yang lembab dan daerah yang berlumut. Coba anda cari bunga kitolod tersebut di sekitar rumah anda yang ada lumutnya. Apabila anda menemukan bunga kitolod, anda bisa gunakan untuk mengobati mata minus.

Membudidayakan Tanaman Kitolod.

Cara membudidayakan tanaman kitolod cukup mudah. Ya, hanya dengan menebar biji kitolod tanaman kitolod sudah hidup tumbuh dengan sendirinya. Ini seperti tanaman bayam dan kangkung. Kitolod hanya butuh kelembaban agar tumbuhnya sempurna. Diusahakan jika memang mau dipakai untuk bahan herbal pengobatan, selalu pupuk dengan pupuk organik/humus 1 minggu sekali.

Tanaman kitolod merupakan tanaman liar dan biasanya tumbuh dipinggir-pinggir selokan sekitar rumah anda, di sela bebatuan yang lembab, bahkan tumbuh juga di area tanaman hias.

Sebelum diketahui, diteliti kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional, tanaman kitolod oleh masyarakat dianggap tanaman pengganggu pandangan, keindahan pekarangan rumah. Namun, setelah penelitian dilakukan oleh para ahli dan menemukan manfaat yang nyata sebagai obat gangguan mata, maka sekarang banyak orang yang membudidayakan kitolod di kebun herbalnya.

Pengalaman Masyarakat Memanfaatkan Kitolod sebagai Obat Tradisional Gangguan Mata.

Bagaimana-Hasil-Obat-Kitolod-Mengobati-Mata-MinusMasyarakat jaman dahulu beberapa orang sudah mengenal tanaman ini sebagai obat gangguan mata. Cara memakainya adalah dengan mengambil daun kitolod di pagi hari yang ada air embunnya, dan air embun itu di teteskan ke mata yang mengalami gangguan. Jaman dahulu sebelum dibuat ramuan obat, masyarakat percaya embun dari kitolod dapat menyembuhkan mata buta, mata minus/pandangan kabur, mata katarak dan pendarahan dimata.

Menurut beberapa peneliti pengobat herbal di dunia seperti Burkill (1935), Allen (1943): air yang diperoleh dari bagian tanaman kitolod bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati iritasi mata. Air kitolod juga dimanfaatkan untuk menyegarkan mulut dan tenggorokan. Caranya dengan berkumur menggunakan air dari tanaman kitolod dan dicampur air putih matang.

Mr. Souder (1963) menyimpulkan bahwa air kitolod bisa mengobati kebutaan mata yang tidak karena syaraf putus. Von Reis dan Lipp (1982) meniliti bahwa tanaman kitolod dapat mengobati iritasi kulit dan mata buta bisa sembuh normal. Mr. Morton (1981), tanaman kitolod-bunga bintang bisa mengobati radang pada kulit.

Pengalaman masyarakat Indonesia pun banyak yang mendapatkan manfaat dari tanaman kitolod. Cerita dari sebuah buku “Khasiat dan Manfaat Kitolod” disampaikan Fakta: Saat itu penulis buku mengikuti sebuah pameran tanaman obat yang diselenggarakan oleh salah satu departemen di Jakarta Selatan. Ada salah satu orang yang lewat melihat stand pameran herbal tanaman kitolod, orang tersebut berkata, “Nah, ini dia tanaman yang menyelamatkan ibu saya dari kebutaan”.  Ada juga pengunjung yang meminta ramuan cair kitolod untuk mengobati mata anjingnya yang kena iritasi, dulunya pernah pakai ramuan obat kitolod dan sembuh normal.